Bokep Viral Indo 75 Orang Diringkus disinyalir Ikuti Pesta ngentot di Puncak Bogor
7 mins read

Bokep Viral Indo 75 Orang Diringkus disinyalir Ikuti Pesta ngentot di Puncak Bogor


BOGOR, KOMPAS — Polisi menggerebek dugaan pesta ngentot sesama jenis Nan digelar di sebuah vila di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, Pekan (22/6/2025). Dari pengungkapan ini, 75 orang diamankan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor Ajun Komisaris Teguh Kumara, Selasa (24/6/2025), berucap, pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat Nan mengutarakan Eksis pertemuan sesama jenis di sebuah vila di Bogor. ”Dari informasi itu, kami langsung mendatangi Letak,” katanya.

Setelah tiba di sana, singkap Teguh, pihaknya menemukan 75 orang sedang berkumpul menggelar acara berbarengan kontes pemilihan ”The Big Star”. Dari keluaran penyelidikan Fana, terus Teguh, teridentifikasi mereka terlihat atas undangan Nan disebar melalui media sosial.

”Panitia menyebarkan undangan berbarengan tema family gathering,” katanya. bagian dalam acara itu, para peserta mengejar sejumlah acara hiburan, seperti lomba menyanyi dan menari.

Panitia menyebarkan undangan berbarengan tema ’family gathering’.

Para peserta Nan ikut diwajibkan membayar sebesar Rp 200.000. ”Kebanyakan peserta Nan berpartisipasi merupakan Penduduk dari Jabodetabek berbarengan rentang usia 21-50 tahun,” ungkapnya.

Ilustrasi

Selain menahan para peserta, terus Teguh, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti, seperti empat bungkus alat kontrasepsi (kondom) Nan belum terpakai dan Esa buah pedang hasilkan Pagelaran seni tari.

ketika ini, pihaknya juga telah berkoordinasi berbarengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor hasilkan mendeteksi kondisi kesehatan para peserta apakah Eksis Nan terindikasi terjangkit HIV.

Berulang

Pesta ngentot sesama jenis bukan mutakhir menyusuri kali ini. Pada 1 Februari 2025, polisi membongkar kejadian serupa di sebuah hotel di Kuningan, Jakarta Selatan. Sebanyak 56 peserta diajak ke Polda Metro Jaya hasilkan diinvestigasi.

Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya Komisaris  Iskandarsyah, pada 6 Februari 2025, berucap, dari keluaran pemeriksaan, pihaknya menentukan tiga orang sebagai tersangka. Mereka Ialah RH, BP, dan RE.

Selain menangkap para perserta dan menentukan tiga tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti alat kontrasepsi, sabun bersih-bersih, dan Penawar anti-HIV.

Dari keluaran pemeriksaan, sebagian Akbar peserta tinggal di area Jakarta. Namun, mereka berdomisili di Bekasi, Tangerang, Jawa inti, Jawa Barat, Jawa Timur, Kaltim, Banten, dan Sulawesi Selatan. Mereka juga Eksis Nan berprofesi sebagai guru, dokter, dan bekerja sebagai pegawai swasta.

Pada Agustus 2020, Kompas juga memberitakan adanya pesta ngentot di sebuah apartemen di area Kuningan, Jakarta Selatan. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya ketika itu, Komisaris Akbar Yusri Yunus, berucap, pihaknya menangkap 56 orang dan menentukan sembilan orang di antaranya sebagai tersangka.

Dari keluaran penyelidikan, para peserta berkumpul di Loka tersebut berdasarkan undangan Nan dibuat melalui media sosial. Penyelenggara menjalin komunikasi berbarengan komunitas penyuka sesama lewat grup Whatsapp Nan beranggotakan 150-an orang dan identitas Instagram Nan diikuti Sekeliling 80 pengguna.

hasilkan acara pada 28-29 Agustus 2024 tersebut, panitia menamainya ”Koempoel-koempoel Pemoeda”. Pesta dikemas bagian dalam bentuk permainan-permainan Nan diwarnai Interaksi seksual di antara para peserta. hasilkan mendapatkan ikut, masing-masing membayar Rp 150.000.

Kalau membayar hasilkan tiga orang, Eksis potongan Rp 100.000 sehingga hanya membayar Rp 350.000.

Yusri menyambung, keliru Esa tersangka membentuk komunitas Spesifik sesama jenis tersebut sejak Februari 2018. Mereka mengaku telah menghelat enam kali pesta. Permainan-permainan Nan diadakan terinspirasi dari pesta serupa di Thailand.

Para tersangka penyelenggara pesta seks sesama jenis yang dihadiri puluhan laki-laki dihadirkan dalam konferensi pers hari Rabu (2/9/2020), di Jakarta.

Menurut pakar neurosains, Ryu Hasan, segala bentuk orientasi seksual bukan merupakan kendala kejiwaan. Hal ini tercantum bagian dalam Panduan Penggolongan dan Penaksiran kendala Jiwa III Nan Beraksi di Indonesia.

”Orientasi seksual bukan sebuah masalah. Nan berpeluang menimbulkan masalah Ialah aktivitas seksual. Ini juga Beraksi Lakukan heteroseksual. Sepanjang Nan bersangkutan mempunyai pemahaman akan kesehatan seksual, orientasi seksual apa pun Tak berperan masalah,” ungkapan Ryu di Jakarta, pada 20 Februari 2020.

Ia menyambung, orientasi seksual Tak berhubungan berbarengan moralitas. Ancaman kejahatan seksual ataupun ancaman aktivitas seksual mendapatkan menyusuri kepada siapa pun tak memakai pandang bulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *