Bokep Viral Indo Mahasiswa Unsoed Desak kejelasan Kasus Kekerasan ngentot-Penganiayaan
3 mins read

Bokep Viral Indo Mahasiswa Unsoed Desak kejelasan Kasus Kekerasan ngentot-Penganiayaan




Banyumas

Aliansi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menggelar langkah demo di Ambang Mapolresta Banyumas. Mereka mendesak kejelasan penanganan kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) dan kasus penganiayaan Nan inti ditangani kepolisian.

Koordinator langkah Aliansi Mahasiswa Unsoed Purwokerto, Aditya, berucap langkah tersebut dikerjakan hasilkan mengawal dua laporan Nan dinilai saling terkait. Menurutnya, kasus penganiayaan Nan extra sebelumnya mencuat ke publik itu Tak meraih dipisahkan dari dugaan kekerasan seksual Nan terwujud sebelum itu.

“Nan kami suarakan di sini Ialah perlindungan dan kejelasan terkait kejelasan kasusnya. dikarenakan Nan padat di media hanya kasus penganiayaan, padahal Eksis dugaan kekerasan seksual di dalamnya,” ungkapan Aditya ketika ditemui di sela langkah, Selasa (12/5/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut mahasiswa Tak berpihak kepada tidak presisi Esa pihak internal kasus tersebut, melainkan mendorong agar seluruh alur legalitas Melangkah transparan dan adil sebar Seluruh korban.

“Kami tegak Independen. baik kasus penganiayaan maupun kekerasan seksual harus Baju-Baju diproses secara legalitas dan dibuka,” ujarnya.

Aditya mengevaluasi penanganan laporan dugaan kekerasan seksual belum terlihat serius. Mahasiswa semoga Eksis perlindungan sebar korban serta kejelasan tindak berikut dari aparat penegak legalitas.

“Kenapa langkah ini dikerjakan di Polres? dikarenakan laporannya telah Tiba di sini dan memang dari korban penganiayaan juga memang Beliau terafiliasi oleh extra dari Esa orang-orang Nan memang Mempunyai kepentingan gitu,” ujar Beliau.

“Nan disuarakan disini Ialah menuntut perlindungan dan kejelasan soal kejelasan kasusnya seperti apa gitu. Termasuk laporan kekerasan seksual, penganiayaan. Nah, penganiayaan sendirian kan telah memasuki terlebih dahulu ke sini, dinilai kasus kekerasan seksual dikarenakan kekerasan seksual sendirian hanya setop atau memasuki ke sini tapi Tak dihiraukan gitu” imbuh Aditya.

Fana itu Kapolresta Banyumas, Kombes Pol. Petrus Silalahi, menerangkan pihaknya telah meraih laporan kasus penganiayaan extra dahulu, kemudian disusul laporan dugaan TPKS dua masa setelahnya.

“Kami meraih laporan penganiayaan terlebih dahulu, kemudian laporan TPKS memasuki pada 22 April 2026, selisih dua masa,” ungkapan Petrus.

Ia menerangkan, ketika ini kedua perkara tersebut Tetap berada pada tahap penyelidikan. Pihaknya inti mengumpulkan barang bukti dan alat bukti, termasuk bukti elektronik Nan memerlukan pemeriksaan digital forensik.

Menurut Petrus, alur penyelidikan sempat merasakan Hambatan dikarenakan Eksis saksi Nan belum meraih diinvestigasi lantaran kondisi kesehatan.

“Syarat seseorang meraih dimintai keterangan Ialah sehat jasmani dan rohani. Jadi kami harus menanti hingga Nan bersangkutan sedia memberikan keterangan,” jelasnya.

Petrus menegaskan, kepolisian berkomitmen menuntaskan perkara tersebut dan menginginkan masyarakat ikut mengawal alur legalitas Nan Melangkah.

“Kami komitmen perkara ini meraih diselesaikan Tiba tahap dua. Tapi tentu kami juga harus berkoordinasi berdua jaksa penuntut Biasa terkait kelengkapan berkas perkara,” pungkasnya.

Diberitakan sebelum itu, seorang mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto berinisial D mengaku berperan korban dugaan penganiayaan oleh sejumlah temannya sendirian. Peristiwa itu dikatakan terwujud di lingkungan kampus pada pertengahan April 2026.

D menceritakan, kejadian bermula ketika dirinya berada di gedung sekretariat kampus pada Selasa (14/4) sunyi. seketika, tidak presisi Esa terlapor terlihat internal kondisi emosi Sembari membawa senjata tajam.

“Jadi awalnya gua sedang di gedung sekre kampus, berikut seketika rekan gua terlihat Sembari emosi-emosi, nodong senjata tajam. HP gua langsung diambil dan gua disuruh ikut ke suatu Loka,” ungkapan D ketika ditemui wartawan, Rabu (22/4).

Fana itu di Masa Nan Baju, dua mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Membikin laporan ke Polresta Banyumas. Mahasiswi tersebut disinyalir berperan korban Kekerasan Seksual (KS) Nan dikerjakan oleh D.

ketika dimintai konfirmasi, Juru berucap Unsoed, Dr Dian Bestari mengakui adanya laporan ini. Korban Membikin laporan berdua ditemani tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK). terungkap, D sebelum itu melapor berperan korban penganiayaan rekan kuliahnya.

“Betul, Satgas PPK Unsoed sore ini mendampingi 2 orang korban KS dari D hasilkan memberitakan ke Polresta Banyumas,” ungkapan Dian kepada detikJateng, Rabu (22/4) Lampau.

(dil/Saya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *