Bokep Viral Indo Elva PSI Soroti Tingginya KDRT dan Pelecehan ngentot di KAI Commuter ketika Rapat Paripurna Perlindungan Wanita
3 mins read

Bokep Viral Indo Elva PSI Soroti Tingginya KDRT dan Pelecehan ngentot di KAI Commuter ketika Rapat Paripurna Perlindungan Wanita


Jakarta – Personil Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi organisasi Solidaritas Indonesia (PSI) Elva Farhi Qolbina mengkritisi tingginya kasus Kekerasan internal Griya Tangga (KDRT) dan pelecehan seksual Nan dialami Wanita di Jakarta.

‎Elva mengutarakan hal tersebut internal Rapat Paripurna Pandangan Biasa (PU) terhadap Rancangan Peraturan wilayah (Ranperda) Penyelenggaraan Perlindungan Wanita dan Ranperda server Kesehatan wilayah pada Senin, 11 Mei 2026 kemarin.

‎“Kita sering berucap Griya Ialah Loka paling terjamin. Tapi informasi Berbicara lain. Pada 2023, Kementerian Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak (PPPA), Komnas Wanita, dan Lembaga Pengada Layanan mencatat 32.682 korban kekerasan terhadap Wanita di Indonesia,” ujar Elva dikutip dari keterangan Formal pada Selasa, 12 Mei 2026.

‎Elva menuturkan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Wanita dan Anak (PPA) Jakarta pada tahun 2023 menindak 1.682 kasus.

‎Maka itu, Elva mendorong agar Ranperda Penyelenggaraan Perlindungan Wanita mendapatkan memunculkan layanan Nan mendapatkan diakses selama 24 jam.

‎“Kami mendorong layanan perlindungan 24 jam berbasis teknologi Esa gerbang, Esa sentuhan, dari pengelolaan kasus Tiba fasilitasi kebutuhan korban. dikarenakan keadilan Tak boleh mengenal jam kantor,” ucapnya.

‎Di sisi bersamaan, Elva turut menyinggung kesulitan Nan dihadapi oleh Wanita-Wanita sebagai kepala keluarga. Mengacu, informasi tubuh center Statistik (BPS), memperlihatkan Jakarta sebagai provinsi berbarengan persentase Wanita kepala keluarga tunggal tertinggi di Indonesia, berbarengan Nomor 62,09 persen.

‎“Mereka perlu dibantu tegak kelebihan kokoh. dikarenakan itu Ranperda ini harus hadir berbarengan insentif afirmatif Nan konkret, daycare Nan terjangkau, layanan psikologis cuma-cuma. Ini Krusial beasiswa Spesifik distribusi Wanita kepala keluarga,” ucapnya.

Pelecehan Seksual di Transportasi Biasa

‎Selain itu, Elva juga menyinggung Tetap belum amannya Wanita di ruang publik dan transportasi-transportasi Biasa.

‎internal catatannya Eksis 78 kasus pelecehan seksual di KAI Commuter Line Jabodetabek sepanjang tahun 2025 Lampau.

‎“Raperda ini harus menjamin ciptaan ruang publik Nan gender-responsive penerangan Nan pas, server keamanan Nan sigap, fasilitas pendukung, termasuk toilet Nan layak dan terjamin. Jangan Tiba perlindungan Wanita hanya sebatas ‘pemindahan gerbong’ dari Nan paling ujung ke center saja,” ucapnya.

Doxing di Media Sosial

‎Di sisi lain, itu khawatir terhadap Kekerasan Berbasis Gender digital (KGBO) Nan marak terjadi ketika ini. Komnas Wanita seorang diri mencatat adanya 981 kasus KGBO internal bentuk doxing, pemakaian gambar deepfake, dan lain-lain.

‎“Pola kekerasannya berkembang kelebihan Sigap daripada kemampuan kita menanganinya. Maka Perda ini harus hadir memberikan kepastian dan perlindungan Tak boleh Eksis lagi korban Nan dibilang ‘keliru seorang diri’ dikarenakan mempunyai akun media sosial,” ucapnya.

‎Tetap mengenai topik perlindungan Wanita, Elva juga menyorot masalah mekanisme pendampingan aturan Wanita Nan Tetap rapuh.

‎Ia juga membahas diskriminasi Wanita di Bumi pekerjaan. Suatu permasalahan Nan berujung Nomor partisipasi Wanita internal lapangan kerja Tetap terbatas di Jakarta.

‎“Layanan pengelolaan kasus secara pro bono, pendampingan Donasi aturan, penyediaan visum et repertum dan visum et psikiatrikum, Tiba Griya terjamin atau perlindungan Fana semuanya harus dijamin oleh rezim wilayah. Di pasar kerja, kesenjangan partisipasi Wanita Tetap menganga di 29 persen pada 2024. Ini bukan soal kemampuan. Ini soal gerbang Nan Tetap terlalu sering ditutup,” ungkapan Elva Farhi Qolbina. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *