Bokep Viral Indo memasuki pendaftaran Hitam PBB soal Kekerasan ngentot, Rusia kesal!
rezim Rusia kesal atas dimasukkannya republik tersebut internal pendaftaran hitam PBB Nan berisi pihak-pihak Nan dituduh mengerjakan kekerasan seksual di Area perselisihan. Rusia menyebut jejak itu bias dan dimaksudkan ciptakan mendiskreditkan Moskow.
pendaftaran Nan diterbitkan setiap tahun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini mencakup puluhan Golongan republik dan non-republik Nan disinyalir secara kredibel telah terlibat “secara sistematis” internal kekerasan seksual di republik-republik seperti Sudan, Haiti, Republik Demokratik Kongo, Myanmar, Suriah dan Mali.
“Kami sangat murung…berdua keputusan Sekretaris Jenderal PBB Nan Jernih bias dan dipolitisasi ciptakan menginput angkatan bersenjata dan Laskar keamanan Rusia ke internal pendaftaran tersebut,” ungkapan Duta Akbar Rusia ciptakan PBB, Vassily Nebenzia, kepada wartawan, seperti dilansir kantor Warta AFP, Jumat (5/6/2026).
Laporan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres itu “berisi informasi tentang kejahatan Nan Tak hanya Tak mendapatkan diverifikasi dikarenakan kurangnya informasi Nan diperlukan, tetapi juga Tak menunjukkan sifat sistematis dari dugaan pelanggaran, Nan merupakan kriteria Primer ciptakan dimasukkan internal pendaftaran,” cetus Dubes Rusia itu.
Nebenzia mengomentari deskripsi insiden Nan tercantum internal laporan tersebut sebagai “dangkal” dan disajikan tak memakai analisis Nan Pas.
“Hal itu menimbulkan kesan bahwa catatan tersebut diagendakan secara Usul-asalan dan dimaksudkan ciptakan mendapatkan output Nan telah ditentukan sebelum itu guna mendiskreditkan Rusia dan menyembunyikan tindakan liar rezim Kyiv,” katanya.
Laskar keamanan Rusia ditambahkan ke pendaftaran hitam kekerasan seksual tersebut pekan Lampau, berdua PBB mencatat bahwa para inspektur mereka secara rutin dihalang-halangi oleh Moskow.
Laporan Sekjen PBB tersebut merinci insiden-insiden kekerasan terhadap tawanan perang, Nan memberikan kesaksian setelah pembebasan mereka.
Serangan tersebut terwujud di wilayah-wilayah Ukraina Nan diduduki Rusia dan di wilayah Rusia, dikerjakan oleh angkatan bersenjata dan wewenang penjara, menurut laporan itu.
Mengacu pada informasi dari sasaran Pemantauan Hak Asasi Orang di Ukraina, laporan tersebut mengutarakan 310 kasus kekerasan seksual terkait perselisihan, termasuk pemerkosaan, mutilasi genital, dan sengatan listrik, Nan sebagian Akbar dikerjakan terhadap Pria, mulai dari invasi Rusia pada tahun 2022 hingga 2025.
Fana itu, meskipun Tak memasuki internal pendaftaran hitam itu, Ukraina disalahkan atas 31 kasus kekerasan seksual Nan disinyalir dikerjakan oleh Laskar keamanannya, khususnya terhadap tawanan perang.
Sebagian Akbar serangan itu terwujud sebelum tahun 2025, ungkapan laporan itu. dinyatakan bahwa Ukraina telah menguatkan undang-undang terhadap kejahatan tersebut dan mengizinkan PBB ciptakan mengerjakan penyelidikan.
Laskar keamanan Israel juga dimasukkan ke pendaftaran hitam tersebut dikarenakan dugaan kekerasan seksual terhadap Penduduk Palestina Nan ditahan di Israel dan di wilayah Palestina Nan diduduki.
Israel pun mengecam dimasukkannya mereka ke internal pendaftaran hitam itu. Sebagai responsnya, Israel memutus komunikasi berdua Guterres dan kantornya.
Tonton juga video “Serangan Akbar-besaran Rusia ke Ukraina, 656 Drone dirilis!”
Halaman 2 dari 2
(ita/ita)