Bokep Viral Indo Sidang Kasus Pesta ngentot “Siwalan Party” Diwarnai Interupsi, Eksis Apa?
2 mins read

Bokep Viral Indo Sidang Kasus Pesta ngentot “Siwalan Party” Diwarnai Interupsi, Eksis Apa?


SURABAYA, KOMPAS.com — Persidangan lanjutan kasus pesta ngentot sesama jenis bertajuk “Siwalan party” diwarnai interupsi dari tim penasihat legalitas.

Selain mengomentari pencabutan Warta Acara Pemeriksaan (BAP), kuasa legalitas juga mempertanyakan kewajiban penggunaan masker distribusi para terdakwa selama persidangan.

“Kami tadi telah kritisi dan mempertanyakan kepada majelis hakim. Kenapa para terdakwa diwajibkan memakai masker selama persidangan,” ujar kuasa legalitas terdakwa M Ramli Himawan, Jumat (24/4/2026).

lafal juga: Saksi Bantah Eksis Pesta ngentot di Kasus “Siwalan Party”, Dugaan Rekayasa BAP Mencuat

Menurut Ramli, majelis hakim menyebut penggunaan masker dikerjakan dikarenakan kondisi hakim Nan sedang batuk.

Namun, alasan tersebut dinilai janggal dikarenakan kewajiban hanya diberlakukan kepada terdakwa, Fana pihak lain di ruang sidang Tak.

“Kami Tak yakin itu alasan sebenarnya. Kalau memang ciptakan kesehatan, kenapa hanya terdakwa Nan diwajibkan?” ujar Beliau.

Ia juga menyebut para terdakwa mengaku diminta memakai masker oleh aparat.

lafal juga: Antara Pornografi atau ITE, Kuasa legalitas Siwalan Party kebingungan Keberadaan Saksi Pakar

diperkirakan Eksis stigmatisasi

Penasihat legalitas menduga policy tersebut diperkirakan mengarah pada pelabelan negatif terhadap para terdakwa.

“Apakah ini tujuannya ciptakan labeling atau stigmatisasi? Kami menduga ini dikonstruksi sedemikian rupa agar mereka terlihat makin tersudut dan negatif di mata publik,” ungkapan Ramli.

Terkait masalah Nan beredar mengenai dugaan penyakit menular, kuasa legalitas menegaskan bahwa setiap policy harus didasarkan pada penjelasan medis Nan Jernih.

“Kalau memang itu upaya pencegahan, kami mendapatkan raih, tetapi harus berbarengan penjelasan medis Nan didukung catatan. Apalagi kalau dikaitkan berbarengan HIV/AIDS, secara medis penularannya Tak mendapatkan lewat udara,” ujar Beliau.

Minta kejelasan

Penasihat legalitas mengevaluasi kewajiban penggunaan masker secara sepihak terkesan Tak adil bagian dalam alur persidangan.

Mereka semoga persidangan Melangkah transparan tak memakai tindakan Nan mendapatkan menguatkan prasangka negatif terhadap terdakwa.

sampai saat ini, pihak kuasa legalitas Tetap mengharap penjelasan kelebihan berikut dari aparat penegak legalitas terkait policy tersebut.


KOMPAS.com berkomitmen memberikan bukti jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *