Bokep Viral Indo Nini negosiator ulung – 2
12 mins read

Bokep Viral Indo Nini negosiator ulung – 2


Nini negosiator ulung – 2

Makin lamban gerakanku makin Sigap hingga maksimal. Deasy kembali berteriak keenakan Sembari tangannya meremas apa saja Nan meraih dipengangnya. Gerakanku makin Sigap, kudorong sedalam-dalamnya hingga keringat bercucuran di punggung Deasy. pada akhirnya kucapai orgasmeku di vaginanya. Kutekan penisku sedalam-dalamnya dan kudiamkan Sembari kusemburkan spermaku lumayan melimpah orang kali, setiap kali menyembur, penisku makin keras dan membesar, sehingga Deasy pun merintih..

“Gila viir.. Oocchh.. Viirr.. Aacchh.. Gua melangkah keluar lagi nichh..”

Jam 4 pagi kami tertidur internal keadaan bugil bulat. ketika terbangun jam 10 pagi, sekali lagi kami menumpahkan nafsu birahi di Bilik itu sebelum Deasy kembali ke Hyatt dan Saya beristirahat ciptakan pertemuan sorenya.

Sorenya ketika Saya harus menghadiri pertemuan internal rangka perundingan tarif ciptakan barang telekomunikasi Nan akan dibeli oleh perusahaanku dari tidak presisi Esa supplier dari Amerika. Pertemuan diadakan di ruang meeting di hotel Mandarin dan dihadiri oleh suatu perusahaan Indonesia sebagai distributornya. Saya tiba pukul 16:55, Tetap 5 menit kelebihan permulaan Seiring manager perencanaan Nan anyar tiba siangnya dari Jakarta.

ketika Saya memasuki, di internal ruangan telah Eksis VP Sales dari perusahaan Amerika itu berdua Sales Managernya, Anthony, Direktur perusahaan distributor mereka di Indonesia beserta Account Managernya. Saya telah mengenal mereka Seluruh. Saya memungut Loka dudukin menghadap ke gerbang bersebelahan berdua managerku. Setelah berjabatan tangan dan mengobrol basa basi, perundingan segera dimulai.

Pada ketika Saya sedang membacakan catatan, gerbang dibuka, Saya mengangkat wajahku. Di Ambang gerbang bangkit seorang wanita Nan kalau Tak internal suasana formal meraih membuatku meloncat dari kursi Nan Saya duduki. Nini bangkit di sana juga berdua Paras kaget melihatku, tapi segera situasi meraih kami kuasai.

berdua Sigap Nini memasang telunjuknya di Ambang bibirnya, Saya mengerti. Nini menghampiri sang direktur Sembari memberikan sebundel catatan. Lampau Nini diperkenalkan sebagai PR di perusahaan distributor itu. Loka dudukin di meja berbentuk bundar itu tinggal Esa Nan Hampa dan Nini dudukin di sana, di sebelah kiriku. Penampilannya sangat lumayan berkualitas berdua blazer Rona cerah berdua kemeja Rona suram di dalamnya dan rok ketat di atas Dengkul terbatas.

Dimulai berdua penjelasanku mengenai penutup design dari system Nan dibutuhkan, Lampau pihak Amerika menerangkan kelebihan kelebihan produknya. Lampau si distributor mulai membahas aspek komersial, tampak Nini memungut bagian pembicaraan internal aspek ini. Selama mendengarkan, Saya mencatat di kertas notes Mini Nan Saya bawa dari Bilik hotel, tercetak hotel Westin Plaza di kertas itu. Tak terasa telah jam 7, kami break ciptakan dinner dan dilanjutkan jam 8:30 sunyi di Loka Nan Baju, Seiring-Baju kami kesana ke sebuah restoran chineese food tidak terpencil berdua Mandarin Lampau kembali ke ruang meeting.

ketika nyemil, Nini mengajakku mengobrol Rileks dan berdua anggunnya bersikap sangat profesional dan meraih menyembunyikan bahwa Beliau telah mengenal Saya eksternal internal. Tak Eksis tanda-tanda dan sandi-sandi bahwa Nini Mau Berjumpa berdua atau ingin bertemu atau Nan lainnya seperti halnya Deasy kemarin. Padahal Saya telah membayangkan bahwa Nini akan menemani Saya sunyi ini di Bilik Nan Akbar itu

Setelah Saya meraih memperlihatkan bahwa layanan mereka bukan Nan nomor satu dikarenakan Eksis layanan saingan Nan kelebihan berkualitas dari segi feature, walaupun feature tersebut Tak Saya butuhkan, tapi sebagai kartu truf perundingan kusampaikan hal itu. Lampau kusampaikan pula perkiraan tarif Nan meraih Saya raih Nan Tetap terpencil berdua tarif penawaran mereka, berbeda Sekeliling 20%. Saya kembali ke hotel jam 22:30, sangat Capek dan langsung bersih-bersih serta tiduran Sembari menonton TV.

Tiba tiba telepon berdering..

“Good Evening Mr. Mahendra, I have a lady in front of me, her name is Nini, would like to met you” seorang resepsionis wanita Berbicara di telepon. Haah, Saya kegirangan, tapi tak kuperlihatkan.
“Ok, thank you, can you ask her if she willing to come up or should I go down” kataku di telepon. Terdengar si resepsionis berbicara denan Nini.
“She said, if you don’t mind, she prefer to met you there” katanya lagi.
“OK, can you ask somebody to escort her to my room”
“Definitely sir” katanya. Terdengar Beliau memanggil seseorang Lampau terdengar Beliau Berbicara pada Nini..
“You may follow him, madame” sesaat kemudian Beliau Berbicara lagi..
“She is on her way. By the way, she is very pretty sir, good night and thank you” katanya.

Dua menit kemudian terdengar gerbang diketuk, terlihat Nini diantar oleh petugas concierge. Setelah gerbang kututup, Nini hanya mengecup pipiku Lampau Melangkah berdua anggunnya menuju sofa dan dudukin di sana Lampau menyalakan Marlboro putihnya, pakaiannya telah berganti, Lancingan lebar dan kaus ditutupi jacket kulit.

“Bagaimana Anda tahu Saya tinggal di sini?” tanyaku.
“Tadi Anda guna kertas catatan dari Westin, Saya coba selidik ke front office, Lampau Saya tiba ke sini” jawabnya.
“Bagaimana Anda iman penuh bahwa Saya Eksis di Bilik?” tanyaku kembali.
“Saya Tak iman penuh, tapi Saya coba, ternyata Anda Eksis” jawabnya lagi.
“Saya sangat kaget melihatmu di ruang meeting tadi, tak kusangka bahwa perundingan itu berdua Anda Vir.., kalau Saya tahu bahwa Anda Nan akan Saya temui, Saya Niscaya tolak tawaran mereka” Nini memasuki topik.
“Saya mewakili perusahaan, harusnya Saya Nan kelebihan kaget Anda Eksis di sana tadi, jadi tolong ceritakan Nan sebenarnya” sahutku.
“Pak Anthony minta Donasi Saya ciptakan menggolkan proyek ini, Saya meraih 3%, terserah caranya bagaimana” ungkapan Nini menerangkan padaku. Hhmm, 3% lumayan Akbar juga, ukur proyek puluhan juta dollar, maklum proyek infrastruktur telekomunikasi Nan sedang in di Indonesia. Otakku berputar, Tak terpikir rasanya ciptakan bercinta berdua Nini.
“Kita berkurang yuk, teguk kopi Sembari merenung dan ngobrol Sejenak, selintas Saya Eksis program lain” kataku, Saya mengubah busana.

Nini tahu bahwa kalau Saya telah serius begitu, Saya Tak meraih diganggu maupun dirayu ciptakan bercinta. Malahan Nini setiap saat Berjuang menolong Saya bertukar memikirkan ciptakan memecahkan masalah Seiring-Baju. Kami berkurang ke coffee shop dan memesan 2 cangkir kopi.

“Apakah mereka tahu Anda menemui Saya sekarang ini?” selidikku.
“Tak, menurut program, besok pagi meeting diundur ke sore dan Saya disuruh menemani Anda privately Tiba cerah, dan mengutarakan bahwa Eksis 2 persen ciptakan Anda” ungkapan Nini.
“Seberapa tidak terpencil Interaksi Anda berdua Anthony?” Saya bertanya.
“Tak tidak terpencil, Saya dikenalkan oleh sepupuku Deasy, katanya Eksis boss Nan perlu PR ciptakan menggolkan proyek Akbar” jawabnya. Wah, Deasy anyar meninggalkan Bilik ini tadi cerah, pikirku.
“Hmm.. Sebenarnya Saya tahu tarif mereka meraih berkurang Sekeliling 14 persen lagi, tapi Anthony mau untung terlalu Akbar, padahal ciptakan proyek Akbar begini, 5 persen cukuplah, toh Beliau juga nggak kerja, Hanya ngurus operator saja, banyakan Saya Nan kerja nantinya. Mustinya kita meraih 10 persen Ni.., Saya juga kan musti setor ke atas..” kataku.
“Dapet 3% aja kelebihan dari lumayan Viir.. Saya meraih berhenti dari sebagian pekerjaanku Nan sekarang Fana Geledah lagi Nan kelebihan bernilai..” ungkapan Nini pelan.
“OK, besok Saya setel dan Anda akan meraih ukur bahwa Anda Nan berhasil menggolkan proyek ini, sekarang balik yuk, Anda mau kembali atau rehat di atas? rehat di atas aja deh, temenin Saya ya” ajakku.

Nini dan Saya rehat tak memakai busana saling berpelukan di internal selimut, tak memakai Eksis Nan menguji ciptakan menggoda dan merangsang Esa Baju lain walaupun kulit kami saling bersentuhan dan buah dada Nini terasa menekan lengan dan dadaku. Agak penat juga Saya merenung, Lampau Saya tertidur. ketika Saya melek, sebagaimana normalnya Pria, ketika melek pagi terkadang titid telah internal keadaan bangkit keras. Pagi ketika itu, di eksternal Tetap suram, kurasakan penisku telah bangkit dan keras sekali seperti batang kayu ditambah kehangatan terasa mengalir dari tubuh bugil Nini Nan menempel di tubuhku. Kurasakan Nini Tetap rehat, kukecup keningnya mesra, matanya dibuka dan tersenyum tipis, kepalanya menengadah mengecup pipiku mesra sekali.

“Good morning darling, sleep well?” Beliau bertanya.

Saya tak membalas, tapi kudorong terbatas tubuhnya Tiba telentang, Lampau Saya Menyerah merebahkan kepalaku di dadanya Sembari memeluknya. Nini melingkarkan Esa tangannya di leherku. Mesra sekali kami berdua. pelan Saya kecup keningnya, matanya, hidung, pipi Lampau bibirnya. ketika bibir kami Berjumpa, ternyata dorongan birahi Nan telah terpendam sejak kemarin terasa mau meledak, seketika itu pula Nini menyambar bibirku dam menciumku berdua permainan bibir, lidah dan bibir Nan eksternal Normal nikmatnya. Nini memang seorang Pakar internal bercinta. Tangannya Nan lain meraba penisku Nan sangat keras Lampau dikocoknya pelan.

“Hmm.. titid Anda sangat keras Vir. kelebihan keras daripada Baju, Sigap masukin Viirr, Saya Mau merasakan kerasnya di internal vaginaku” desahnya.
“Hmm.. Nggak mau ‘appetizer’ masa lalu?” bisikku.
“Saya pengen sekarang viir.. kelak aja ‘dessert’” desahnya lagi.

Saya tumbuh ke tubuhnya, pahanya dibuka lebar, kutempelkan penisku ke vaginanya, kugoyang kiri kanan pelan agar kepala penisku meraih memasuki bibir lipatan vaginanya. Agak Susah. Terasa bibir vaginanya dibuka terbatas, kudorong pelan Lampau terasa kehangatan dari internal vaginanya menyelimuti ujung kepala penisku, kudorong terus berdua mantap Sembari tetap kugoyang pantatku. Nini mulai memutarkan pantatnya searah jarum jam lumayan melimpah orang kali, Lampau putarannya dibalik sebagai berlawanan arah jarum jam. Putarannya pelan-lahan seirama berdua goyanganku. berdua begitu Saya meraih merasakan pegangan kokoh mencengkeram dari itil Nini di penisku dan Nini pun merasakan sesak dan penuhnya lubang vaginanya ketika diisi oleh penisku. Tak Eksis rangsangan ciptakan meraih orgasme.

Nini memberhentikan putaran pantatnya, Saya pun berhenti tapi kudorong penisku sedalam-dalamnya di itil Nini Tiba ujung kepala penisku terkena sesuatu. Nini mulai menggerakkan vaginanya seakan memijit seluruh batang penisku. Sungguh kokoh otot bawah perut Nini meremas penisku. Setiap kali Nini membiarkan beranjak pijitan vaginanya, kukedut otot keggelku pelan hingga terasa penisku makin mengeras di internal itil Nini.

“Oohh.. Viirr.., ini Nan Saya Geledah.. Enaak sekali Viirr..” Nini menggelengkan kepalanya.
“itil Anda juga tiada duanya Ni.. Oocch pijitan vaginamu.. Ennaakk..” bisikku pula.

Makin lamban pijitan Nini dan kedutanku makin Sigap dan kami mulai menggoyangkan pinggul lagi, makin Sigap, pinggul Nini terangkat ciptakan kelebihan leluasa berputar makin Sigap seperti gasing. Saya pun tak kalah bersemangat mengocok itil Nini, mendorong sedalam-dalamnya hingga Nini berteriak setiap kali kusodokkan penisku internal-internal. Bibir kami berciuman berdua liarnya, lidah mencari lidah, bibir saling menjepit diiringi desahan-desahan menggairahkan. Seakan tiada lelahnya, wilayah ini kami pertahankan lumayan lamban.

“Nini.. Saya Nyaris melangkah keluar..” Saya menjerit.
“Keluarin aja Viirr, kita Baju Baju..” Nini balas menjerit. Tak lamban kemudian..
“Oocchh.. Ni.. Saya keluaarr..” teriakku, terasa seluruh tenaga tubuhku mengalir menuju penisku dan terpusat di sana, kutahan Sejenak spermaku Tiba terkumpul di ujung, Lampau kusemburkan Nan pertama kokoh-kokoh Tiba terasa aliran air mani melewati saluran kencingku berdua deras.
“Aachh.. Viirr.. Kenceng banget.. Lagi Viirr.. Sembur.. Viirr.. Saya juga keeluuar”

Kusemburkan berdua kokoh Nan kedua, ketiga, keempat.. Semuanya Eksis 8 semburan Nan makin lamban makin loyo. Setiap semburan Nan Saya lakukan, Nini mengerang Sembari mengencangkan pelukannya di leherku sekaligus melaksanakan pijitan pada vaginanya sehingga penisku seakan diperas agar spermaku habis di vaginanya. pada akhirnya Saya ambruk di tubuh Nini Lampau kucium seluruh wajahnya Nan berakhir di bibirnya. Penisku Tetap agak keras, kugeser tubuhku hingga penisku terlepas. Lampau Saya telentang di atas ranjang dan Nini berbalik memelukku, menciumku dan meletakkan kepalanya di dadaku. Tangannya mengelus-ngelus penisku.

“Dessertnya” berbisik Nini.

Lampau Nini mulai mencium bibirku berdua kehangatan, disusurinya bagian internal bibirku berdua lidahnya, Lampau mencari lidahku dan kami saling berciuman kembali berdua panasnya, Fana tangannya meraba dan meremas penisku. Nini mulai menjilati seluruh wilayah leherku Lampau ke dada, kedua putingku dihisapnya dan diberi gigitan Mini. Tubuhnya Nan berada di atas tubuhku Membikin cairan Nan Eksis di internal vaginanya terasa meleleh membasahi Sekeliling perutku. Nini memutar tubuhnya sehingga wilayah kami sebagai 69. Penisku Nan belum sepenuhnya bangkit lagi, dijilati mulai dari ujung Tiba zakarnya. Saya tarik pantatnya Mau menjilati vaginanya, tapi Nini menolak sehingga Saya hanya meraih meraih bulatan pantatnya saja.

“Ini dessert Lakukan Anda, mengasihi, nikmatilah” katanya.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Bersambung . . . . .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *