Bokep Viral Indo NGENTOT berbarengan rekan lamban – enak
9 mins read

Bokep Viral Indo NGENTOT berbarengan rekan lamban – enak


kisah Matang ini menceritakan tentang Interaksi sex berbarengan rekan lamaku Nan Ayu dan mempunyai tubuh mulus dan seksi Nan bernama Lidya. Saya dan Lidya telah lamban sekali tak Berjumpa. Setelah Baju-Baju rela dari Kekasih masing-masing, keinginan Berjumpa Akbar sekali.

enak

Mungkin dikarenakan banyaknya kecocokan kami dahulu, dari mulai curhat Tiba ML Nan boleh dibilang telah Baju-Baju hapal kesukaan masing-masing. Pada suatu kesempatan, kami Berjumpa kembali di telepon, dan langsung janjian Berjumpa di kantornya saat sabtu sinar, Nan kebetulan juga Eksis pekerjaan Nan harus diselesaikannya.

Meluncurlah Saya kekantornya di sebuah building di jalur Primer Bunda kota. dikarenakan saat itu saat sabtu, praktis sebagian Akbar kantor cegah. Demikian juga di lantai Loka kantor Lidya, hanya kantornya Nan akses, itupun telah Tak Eksis pegawai piket dikarenakan memang Hanya Separuh saat.

kisah Matang Terbaru Karenanya, Lidya seorang diri Nan membukakan gerbang dan menyambutku berbarengan penuh semangat. Akupun demikian, walaupun sempat terpana lebih masa lalu menyaksikan dirinya Nan makin Ayu, sensual dan sexy, apalagi berbarengan penampilannya sinar itu Nan mengenakan blazer merah, rok mini ketat dan sepatu besar hingga menampakkan kejenjangan kakinya serta kemulusan kulitnya Nan mulus,

Walaupun tubuhnya tetap Tak berubah, Adalah mungil dan ramping. “Saya berakhir’in kerjaanku masa lalu ya., abis itu anyar kita jalur..”, ucapan Lidya Sembari mengajakku ke mejanya setelah kita ngobrol-ngobrol di ruang tamu. Lidya Lampau nongkrong di kursinya Sembari menyelesaikan pekerjaan di komputernya.

“Saya pijetin yah..,” Kataku Sembari tegak di belakang kursinya berbarengan berbarengan mampirnya kedua tanganku di pundaknya hasilkan memijat. “Hmm.., enaknya.., udah lamban ya Anda nggak mijet Saya.., Saya ingin bertemu Baju tanganmu..,” katanya lagi Sembari menggeliat manja.

“ingin bertemu Baju bibirku juga nggak?,” bisikku kemudian Nan kubarengi berbarengan ciumanku di kupingnya. Lidya langsung menggeliat, apalagi Masa kraag blousenya agak kusingkap dan ciumanku menjalar ke leher dan tengkuknya Nan mulus.

Aroma tubuhnya Nan alami kurasakan lagi setelah sekian lamban tak berjumpa dengannya.

“Ssshh.., Anda nggak berubah yah..,” Rintih Lidya kenikmatan Sembari mematikan computernya. “Kaya’nya kita nggak perlu meninggalkan dari sini deh.., Sejenak ya, Saya sandi masa lalu gerbang depannya,” katanya lagi. Agak lamban Lidya mengamankan gerbang Ambang, dan Masa kembali ke ruang kerjanya, mataku terbelalak menyaksikan Lidya hanya tinggal mengenakan blazer merahnya Nan terkancing seadanya tak memakai apa-apa lagi di dalamnya.

kisah kehangatan tak memakai berbisik, Lidya langsung menggandengku menuju ruang meeting Mini Nan hanya berisi meja bulat dan kelebihan dari Esa kursi. “Saya ingin bertemu menyaksikan tubuhmu,” katanya lagi. Fana Saya akses pakaianku Seluruh, Lidya mendekatiku dan seketika melumat bibirku Nan langsung kusambut berbarengan meneroboskan lidahku dan menari-nari di bagian dalam mulutnya Sembari kadang-kadang mengulum lidahnya.

Begitu Saya bugil jumlah, Lidya meyuruhku nongkrong di kursi meeting, Fana Beliau tarik letak tegak dihadapanku Sembari pelan-pelan mengakses kancing blazernya berbarengan gaya erotis. Setelah itu, disingkapnya masing-masing ke samping sehingga muncullah pemandangan Nan amat baik.

Buah dadanya Nan ranum, bulat, dan padat berbarengan pentilnya Nan merah Belia itu nampak mencuat menantang, apalagi berbarengan tubuhnya Nan makin lembab oleh keringat sehingga kulitnya Nan mulus makin berkilat. Belum lagi Saya terkagum-kagum melihatnya, Lidya langsung nongkrong dipangkuanku berbarengan mengangkangkan pahanya bertumpu di pegangan tangan kursiku sehingga letak buah dadanya Pas persis di mukaku.

“Udah lamban Anda nggak menyantap susuku, ayo dong isep”, Goda Lidya Sembari meneruskan melepaskan blazernya dan Meletakkan kedua tangannya ke atas senderan kursiku dan menyodorkan dadanya hingga kepalaku terbenam di antara dua bukitnya Nan kenyal itu.

kisah Matang 2024 Penisku mulai tegak lagi berbarengan perlakuannya ini, apalagi Saya bebas menghirup aroma tubunya Nan bercampur antara parfum dan keringatnya itu. tampak ideku hasilkan bermain-main masa lalu berbarengan menciumi lehernya Nan jenjang dan terus ke belakang telinganya.

Lidya menggeliat kegelian dan Membikin hidung dan bibirku menjalar ke ketiaknya Nan halus Higienis itu, setelah lebih masa lalu menelusuri lengannya Nan halus. disana kuciumi sepuas-puasnya dan kujilat-kecup seputar ketiaknya Nan merupakan tidak presisi Esa kesukaannyaa juga. Kegeliannya Membikin kepala Lidya menengadah kebelakang sehingga buah dadanya available dilumat berbarengan mulutku Nan makin liar.

Kujilati mulai dari bawah buah dadanya, terus kesamping dan berlama-lamban di seputar putingnya Nan makin mengeras. Lidya Nan nggak sabar, mendorong putingnya ke mulutku Nan langsung kusambut berbarengan jilatan lebar, gigitan Mini dan kemotan-kemotan halus di putingnya.

lafal JUGA : TIGA saat JADI SIMPANAN rekan Bapak

Tubuhnya makin menggelinjang ketika tanganku juga beraksi mengusap-usap selangkangannya Nan ternyata telah lembab dari tadi. Jariku mulai menyusup ke vaginanya dan kugosok-gosok klentitnya. Tak Hanya itu, jari-jarikupun menerobos melangkah masuk ke vaginanya Nan dibuka bebas berbarengan gerakan maju-mundur Nan makin lamban makin Sigap, dan ..

“Aaggh..telah dong, sudaah”, Erang Lidya Nan badannya mengejang Sembari mendekap erat mukaku di buah dadanya Tiba Saya Susah bernafas, Fana jariku merasakan hangatnya cairan dari vaginanya. ternyata Lidya anyar saja meraih klimaksnya berbarengan letak kedua pahanya Nan Tetap mengangkang dan masing-masing bertumpu pada sandaran tangan kursiku.

Tubuhnya Lampau kuangkat dari kursi dan kurebahkan di meja bulat di depanku berbarengan letak kedua kakinya, dari batas Dengkul menjuntai ke bawah, agar Lidya meraih beristirahat Sejenak mengembalikan tenaganya. Fana beristirahat, Saya Nan nongkrong kembali di kursi mengangkat kedua kakinya, melepaskan sepatu tingginya, dan Meletakkan di pangkuanku Sembari kupijat halus dari ujung kaki hingga betisnya.

Kupandang sejenak kakinya Nan bener-bener mulus Higienis berbarengan jari-jari kakinya Nan bersih dan tak memakai kutek itu serta betisnya Nan ramping berisi. Lidya menikmati sekali pijatanku, bahkan Masa kugantikan tugas tanganku berbarengan bibirku Nan menelusuri seluruh permukaan kulit kakinya.

“Aawh..sshh,..geli mencintai,” Rintihnya lagi namun tetap pasrah menyerahkan kakinya hasilkan kuciumi dan kujilati dari mulai tumit, telapak kaki hingga jari-jari kakinya. Selain kumainkan lidahku, tak raib memori kukemot Esa persatu jari kakinya Nan kutahu paling Beliau tertarik.

Lidya menikmati sekali permainanku ini Tiba letak kedua kakinya jadi tak beraturan dikarenakan menahan geli dan Lezat. Walaupun kedua kakinya Tetap kuciumi, pahanya mulai dibuka kecil, sehingga Esa tanganku meraih bebas menjamah kemulusan paha dan selangkangannya.

Puas berbarengan kakinya, kulanjutkan ciumanku ke atas menelusuri betisnya Nan baik, bagian bagian dalam Dengkul, dan pahanya. Sempat kukecup-kecup halus kedua paha dalamnya Sembari tanganku terus menjelajah ke vaginanya. Lidya menggelinjang, tapi tak memakai sadar malah memajukan duduknya ke pinggir meja dan kedua kakinya dikangkangkan ke masing-masing ujung meja, sehingga selangkangannya makin dibuka lebar membuatku makin bernafsu.

tak memakai impian lagi, kupindahkan mulutku ke vaginanya Nan nampak lembab, dan kedua tanganku menjamah buah dadanya di atas.

Jilatan-jilatan dan isepan-isepanku di itil inilah Nan paling disukai Lidya. Dari menyusuri bibir vaginanya, kuarahkan kemudian lidahku ke clitorisnya dan kumainkan berbarengan ujung lidahku hingga Lidya mengerang hebat.

Tak Hanya itu, clitorisnya tak luput juga dari kuluman bibirku Nan kubarengi berbarengan liukan lidahku Nan makin liar. “Mas, kencengin lidahnya mas”, Pinta Lidya Sembari tangannya seketika menekan kepalaku kelebihan bagian dalam. Saya tahu maksud Lidya Nan minta lidahku dikerasin seolah titid dan ditarik maju-mundur ke liang vaginanya.

Lidya meronta-ronta, apalagi ketika clitorisnya kujilat berulang-ulang Lampau kujulurkan kelebihan bagian dalam menembus liang vaginanya bersamaan berbarengan makin cepatnya gerakan maju-mundur pinngul Lidya, dan “aghh”..aagh!!” Tubuhnya melengkung dan mengejang.

Kepalanya direbahkan kebelakang dan kedua pahanya dirapatkan sehingga menjepit kepalaku Nan Tetap berada di selangkangannya Sembari tangannya terus menekan kencang. tak memakai istirahat lagi, berbarengan Sigap Saya tegak dari kursi Lampau mengangkat kedua kakinya besar ke atas dan kutumpangkan masing-masing di pundakku, sehingga letak penisku Pas berada di Ambang liang vaginanya Nan persis berada di pinggir meja.

“Ooowh ..,” ngegas Lidya begitu penisku Nan tegak keras bak meriam melangkah masuk lurus ke liang vaginanya. Langsung kugerakkan maju-mundur pinggulku Nan Membikin Lidya menjerit-jerit Mini dikarenakan menahan geli, setelah meraih klimaks lebih masa lalu. Pinggulnya diputar-putarkan mengimbagi gerakan penisku Nan makin lamban makin Sigap Beralih maju-mundur.

Lidya makin pasrah Masa pergelangan kakinya kupegang dan kukangkangkan ke samping Sembari terus menggenjot vaginanya. anyar Sejenak Lidya tak blokir, dan kelebihan menentukan melingkarkan kakinya ke pinggangku Sembari terus menggoyang-goyang pinggulnya.

Kesempatan ini kupergunakan berbarengan merapatkan badanku ke tubuhnya Nan baik itu, dan berbarengan tak stop menggenjot vaginanya, bibir dan tanganku ikut bekerja. Tanganku meremas gundukan buah dadanya Nan ranum, dan bibirku merajalela di Paras dan lehernya.

Penisku menghujam makin Sigap ke liang vaginanya. Kedua tanganku kemudian menahan kedua tangannya dan bibirku kuturunkan ke putingnya hasilkan kujilat dan kukemot habis-habisn.., sehingga ” Aaagghh..!!,” ngegas Lidya dan Saya Nyaris bersamaan. Kedua tubuh bugil kami Baju-Baju menegang.

Kedua kakinya kencang sekali menghimpit pinggangku, dan tangannya beralih menekan kepalaku ke buah dadanya. Kami Baju-Baju terdiam kelebihan dari Esa ketika menikmati ledakan Nan bagian luar Normal. Keringat mengucur deras membasahi meja meeting itu walaupun AC terasa adem. Kulepaskan tubuhku kemudian Sembari memandangi tubuh Lidya Nan baik mulus itu terlentang di atas meja.

Tampangnya Nan sensual itu Tetap tersenyum tipis kepuasan, dan membuatku gemas. Lampau Saya mulai lagi mengexplore seluruh lekuk liku tubuhnya berbarengan jilatan-jilatan Bandel, Lidya Hanya meraih menggelinjang pasrah dan berbarengan manja Berbicara lagi, ” Coba deh Anda tiap saat ke kantorku.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *