Bokep Viral Indo Pakar: Pendidikan ngentot Krusial sejak permulaan, Tangkal kekerasan seksual – ANTARA News Yogyakarta
2 mins read

Bokep Viral Indo Pakar: Pendidikan ngentot Krusial sejak permulaan, Tangkal kekerasan seksual – ANTARA News Yogyakarta


Logo Header Antaranews Jogja

Pakar: Pendidikan ngentot Krusial sejak permulaan, Tangkal kekerasan seksual

Sabtu, 27 Juni 2026 09:22 WIB

Image Print

Guru Akbar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. Akif Khilmiyah . ANTARA/HO-Humas UMY

Yogyakarta (ANTARA) – Guru Akbar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. Akif Khilmiyah berucap pentingnya menanamkan literasi seksualitas sejak permulaan melalui pendekatan ukur-ukur Islam sebagai upaya preventif mencegah kekerasan seksual.

Prof. Akif di Yogyakarta, Jumat, berucap pendidikan ngentot kerap dianggap tabu, padahal minimnya pemahaman tersebut Malah memperbesar kerentanan Perseorangan terhadap berbagai bentuk kekerasan seksual.

“Pendidikan ngentot bukan dimaksudkan mengajarkan perilaku seksual, melainkan membekali seseorang agar Bisa memelihara diri, menghormati orang lain, serta memahami batasan bagian dalam berhubungan agar terhindar dari kekerasan,” ucapan Prof. Akif.

Menurutnya, literasi seksualitas bagian dalam perspektif Islam Tak hanya mencakup aspek biologis reproduksi, tetapi juga penanaman ukur moral, tanggung tanggapi, Selera malu (haya’), serta penghormatan terhadap martabat Orang.

Hal ini diperlukan, ucapan Beliau, agar peserta didik mendapatkan membedakan interaksi Nan sehat berdua perilaku Nan mengarah pada pelecehan maupun eksploitasi.

Prof. Akif mengomentari maraknya praktik grooming atau manipulasi psikologis oleh pelaku kekerasan seksual Nan diawali berdua membangun kedekatan. Oleh dikarenakan itu edukasi harus disampaikan tertunda sejak di lingkungan keluarga hingga jenjang pendidikan menjulang.

“Anak-anak dan remaja perlu memahami bahwa Tak Seluruh perhatian Mempunyai niat tulus. Mereka harus Bisa mengenali tanda-tanda manipulasi agar Tak simpel sebagai korban,” katanya.

bagian dalam perspektif psikologi Islam, literasi ini dimaksudkan membentuk pengendalian diri melalui keseimbangan antara Budi, nafsu, dan batin. Pembinaan ukur Religi sebagai key agar seseorang Bisa mengendalikan dorongan Nan diperkirakan mengarah pada perilaku menyimpang.

Penguatan literasi tersebut, berikut Prof. Akif, harus Melangkah seiring berdua pembentukan Watak Islami Nan meraih teguh ukur amanah, ihsan, serta kesadaran akan monitoring Tuhan bagian dalam setiap tindakan.

“Kita perlu menanamkan Selera malu, amanah, dan ihsan sejak permulaan. Ketika pendidikan, Watak, dan ukur spiritual Melangkah Seiring, itulah Tembok terkuat ciptakan mencegah terjadinya kekerasan seksual, berkualitas agar seseorang Tak sebagai korban maupun Tak sebagai pelaku,” katanya.


Pewarta :



Editor:
Eka Arifa Rusqiyati



COPYRIGHT © ANTARA 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *