Bokep Viral Indo ngentot: itil kering banget dan libido susut, bagaimana menyelesaikan gejala menopause?
Sumber gambar, Getty Images
Telah diterbitkan
Masa membaca: 6 menit
nafsu ngentot Nan lemah, itil kering banget, dan perubahan suasana jiwa Nan ekstrem. Ini Ialah sejumlah gejala Nan kerap dialami Wanita ketika merasakan menopause.
sebar lumayan melimpah Wanita, perubahan ini bahkan mulai terasa Sekeliling sepuluh tahun sebelum fase menopause—periode Nan dikenal sebagai perimenopause.
Suzan Ialah Wanita berusia pertengahan 40-an Nan tinggal di Vancouver, Kanada. Beliau saat ini sedang merasakan perimenopause dan mengaku “ngentot berperan sesuatu Nan menyakitkan”.
“gua Tetap mempunyai nafsu seksual, tapi Selera sakitnya Membikin gua Tak bergairah. gua Tak iman penuh apa Nan sedang terjadi dan sejujurnya butuh Masa pelan sebar gua hasilkan membicarakannya berdua dokter gua.”
Menopause Ialah fase ketika seorang Wanita tak lagi merasakan menstruasi dikarenakan kadar hormon Nan susut.
Fase ini menandai berakhirnya ketika reproduksi Wanita dan meraih menimbulkan lumayan melimpah perubahan fisik dan psikologis.
Aziza Sesay, dokter Biasa Nan mengadvokasi pendidikan kesehatan di Inggris, berbisik itil kering banget Nan Membikin Interaksi ngentot menyakitkan Ialah dikarenakan langsung dari penurunan kadar estrogen.

Jadilah Nan pertama mendapatkan Warta, Penyelidikan dan liputan mendalam dari BBC News Indonesia, langsung di WhatsApp Anda.

Akan tetapi, dikarenakan membicarakan kehidupan ngentot Ialah sesuatu hal Nan tabu dikerjakan oleh Wanita di berbagai kultur budaya, “Tetap lumayan melimpah Wanita Nan meyakini bahwa ngentot Nan menyakitkan Ialah hal Nan normal”, ungkapan Sesay.
“Dan merupakan tanggung respon kita sebagai Wanita bagian dalam Interaksi heteroseksual hasilkan menanggung Selera sakit ini demi menyenangkan Kekasih kita,” ujarnya kemudian.
Menurut Sesay, imbas dari budaya semacam ini lumayan melimpah Wanita tak tampak langsung padanya hasilkan menyelesaikan masalah Nan mereka alami.
“Mereka mungkin terus menderita bagian dalam tenteram,” tambahnya.
Hormon dan gejala tersembunyi
Estrogen Ialah hormon Nan bertanggung respon atas libido, Seiring berdua testoteron Nan dilepaskan oleh ovarium. Begitu kadar hormon ini mulai susut, Wanita akan merasakan perubahan nafsu seksual.
Rosie Ialah Wanita berusia 45 tahun Nan tinggal di Jerman. Beliau menjalani histerektomi pada usia 30 tahun setelah didiagnosis menderita kanker ovarium.
tapak kerja ini membuatnya merasakan menopause mula secara paksa. Beliau menuturkan kepada BBC perubahan Nan dialaminya sangat drastis.
“gua setiap saat menikmat ngentot dan seketika semuanya sirna, gua tak lagi meraih merasakan stimulasi fisik.”
Sumber gambar, Getty Images
Nazanin Maali, psikolog dan terapis ngentot di California, bilang bahwa sebagian Akbar Wanita Nan merasakan menopause tampak kepadanya dikarenakan minimnya nafsu ngentot dan sakit Nan mereka alami ketika berhubungan seksual.
“bagian dalam lumayan melimpah kasus, mereka merasakan terjebak. Namun, Eksis juga lumayan melimpah Wanita Nan Mau berhubungan ngentot tapi mereka Tak tertarik lagi berdua penetrasi,” jelasnya.
Akan tetapi, bukan hanya itil kering banget atau libido lemah Nan Membikin Wanita tak lagi minat berhubungan seksual.
sebar Yas, Wanita berusia 49 tahun Nan tinggal di Inggris, infeksi saluran kemih Nan terut berulang berperan alasan dirinya kehilangan nafsu seksual.
“gua kehilangan minat dikarenakan tiap kali berhubungan ngentot setiap saat diikuti oleh infeksi Nan sangat menyakitkan,” ujarnya.
Yas menambahkan, hasilkan Masa Nan pelan, dokter Tak mendiagnosis bahwa masalah ini terkait berdua menopause.
Dokter Sesay kemudian menerangkan bahwa infeksi saluran kemih juga merupakan efek samping dari rendahnya kadar estrogen.
“Orang-orang merenung tentang estrogen, dan mereka merenung tentang menstruasi atau aspek reproduksi dari itu, namun estrogen Ialah Ialah hormon Nan bagian luar Normal Nan bekerja di seluruh tubuh kita, dari folikel rambut Tiba kulit kita,” tuturnya.
“Estrogen bertanggung respon hasilkan melumasi itil dan uretra, Fana penurunan estrogen Membikin koneksi di Sekeliling uretra berperan tipis banget dan kering banget, serta rentan terhadap infeksi,” ungkapan Sesay.
Sumber gambar, Getty Images
bagian dalam lumayan melimpah budaya, seksualitas Wanita didefinisikan semata-mata terkait berdua reproduksi. Oleh dikarenakan itu terlihat kesalahpahaman bahwa kehidupan ngentot Wanita berakhir ketika mereka merasakan menopause.
Psikolog Nazanin Maali Berbicara, mengevaluasi Wanita hanya sekadar dari usianya meraih Membikin fase bagian dalam kehidupan ini rumit dan “sebagian Wanita merasakan murung”.
Namun Beliau juga berbisik bahwa dirinya mempunyai klien “Nan mulai merasakan ngentot nomor satu bagian dalam Hayati mereka setelah menopause”.
Perawatan apa saja Nan ada?
Menurut dokter Maali, “seluruh tantangan menopause ini Eksis solusinya serta Eksis lumayan melimpah pengaruh medis dan non-medis Nan meraih menolong Wanita terus Mempunyai kehidupan ngentot Nan hidup dan mendapatkan extra lumayan melimpah kenikmatan.”
Haldita, Wanita berusia 65 tahun Nan tinggal di London, berbisik kehidupan seksnya menggairahkan setelah menopause Nan bertepatan berdua saat perceraiannya.
Beliau berbisik kepada BBC: “gua bercerai berdua Kekasih ketika berusia 43 tahun dan gejala perimenopause gua dimulai pada 45-46 tahun. gua merasakan gembira sekali!”
“pada akhirnya gua bebas. gua presisi-presisi mulai menjalani kehidupan ngentot Nan sangat sehat dan menggairahkan ketika itu.
Ketika tiba saatnya menyalakan gariah seksual, anjuran Primer dokter Maali Ialah “mengevaluasi kembali naskah seksual Anda”.
Maali menyebut bahwa kita Seluruh “Mempunyai gambaran tentang seperti apa ngentot Semestinya dan apa itu ngentot Nan baik, tapi seiring berdua perubahan tubuh kita, kita perlu mengupdate dan mengubah naskah ini”.
“Pada fase kehidupan ini, tanyakan pada diri sendirian, menurut gua bagaimana ngentot Nan baik?”
Beliau juga menyorot pada pemanasan dan mengeksplorasi kenikmatan non-penetrasi.
“Perubahan pada koneksi itil meraih berarti berkurangnya sensitivitas di sana, jadi memperkenalkan mainan ngentot seperti vibrator meraih menolong.”
Dan Kalau gejala menopause mulai menganggu kehidupan ngentot Anda, dokter Sesay menyarankan hasilkan “mencari Donasi dan Kalau perlu mengubah dokter, jangan menyerah dan jangan malu”.
Menurut dokter Sesay, terapi penggantian hormon meraih berperan solusi pertama. Terapi ini ada bagian dalam berbagai bentuk: koyo, gel, dan pil.
Sumber gambar, Getty Images
“extra dari Esa orang mungkin Tak diperbolehkan memakai hormon Nan memasuki melalui aliran darah seperti pil, namun setiap saat Eksis hormon topikal Nan meraih digunakan langsung pada itil.”
Neda, Wanita Nan tinggal di Selandia mutakhir, tak meraih meminum pil HRT dikarenakan Beliau menderita kanker.
“Tapi gua diberi terapi topikal ketika gua bersikeras Mau menjalani HRT hasilkan memperbesar kehidupan ngentot gua.”
“Didiagnosis berdua jenis kanker Nan agresif berarti dokter Tak memprioritaskan kehidupan ngentot gua,” ujar Neda.
Dokter Sesay kemudian berbisik bahwa Eksis pula perawatan Nan dijual bebas seperti pelumas dan pelembab itil, namun Beliau mengajak orang-orang hasilkan memeriksa bahan-bahannya.
sebar mereka Nan merasakan melemahnya otot Asas panggul, ungkapan Sesay, ada fisioterapi. Akan tetapi, Beliau menyarankan—sebar Nan telah menopause maupun belum—Ialah “perubahan gaya Hayati”.
“Berolahragalah, santap buah dan sayur, kurangi atau hentikan Baju sekali konsumsi minuman beralkohol. Jangan merokok. Jaga berat banget raga Anda.”
Esa hal Nan sangat dianjurkan dokter Sesay Ialah perawatan diri.
“Perawatan diri bukanlah hal Nan egois. Cobalah menyingkirkan stres dari lingkungan Anda.
“Wanita sering kali menguji menanggung begitu lumayan melimpah hal, seolah-olah kita Ialah Wanita super. Mintalah Donasi dan Kalau Anda Tak jatuh jiwa minta Donasi, setidaknya terimalah Donasi tersebut ketika ditawarkan kepada Anda,” ujarnya.